This is how i am living

Wednesday, October 24, 2012

RIDHO TERHADAP UJIAN

Assalammu'alaikum wr wb,

Diambil dari kajian Liqoh gabungan yang diadakan pada tgl. 10 maret 2012 Wina.
Sebelum kita mengenal tentang makna Ujian, ijinkan saya memberikan uraian tentang hakikat sebuah kebahagiaan.
Pembagian Kebahagiaan itu terdiri dari:

1). Kebahagiaan semu (badaniah, kesempurnaan fisik, kecantikan, ketampanan, rezeki) yang kesemuanya ini akan hilang.
2). Kebahagiaan hakiki/ abadi (nilai-nilaikebahagiaan yang muncul karena ketakwaan kita terhadap allah Swt, yaitu kebahagiaan dunia akhirat)

Barangsiapa yang Allah kehendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman".

Dan bagaimana mendapatkan kebahagiaan itu?
Orang yang yakin kepada Allah akan menemukan kebahagiaan itu, yaitu melalui:

- Ketauhitan dan keimanan dalam mengenal Allah adalah faktor utama dalam mendapatkan kebahagiaan, baik itu dalam keadaan kesempitan.

- Faktor yang lain adalah mensucikan jiwa (Takziatun naps). Selain yakin sepenuhnya terhadap Allah, kita tidak boleh mengabaikan faktor ini.

- Menegakkan sholat.
Hadist rasul: Dijadikan ketenanganku dalam sholat.
Dengan sholat maka posisi kita makin dekat pada Allah dan kita akan merasakan syukur akan nikmat Allah. 
" Dan memohonlah pertolongan pada Allah dengan sabar dan sholat". (QS: Al Baqaroh:45)



Thursday, October 18, 2012

MENANTI MU'JIZAT DARI SANG KHALIK

Dear Bloger, lama tak berjumpa. Beberapa tahun telah berlalu, musim berganti musim. Bagaimana dengan keadaan hatimu saat ini?
Hari ini ada seorang ustadzah yang terkenal dari Indonesia sengaja datang ke Wina dengan berdakwah di masjid as Salam. Namun sayangnya saya tidak bisa bertatap muka dengan beliau. Mungkin kalian kenal dengan Teh Ninih. yup, sosok penyabar yang sering kulihat di media Indonesia. 

Friday, July 22, 2011

HILANGKAN DENGKI SEPERTI MENGGOSOK DAKI


                                              





Assalamualaikumwrwb.
Pernah merasa sebal melihat kegembiraan orang lain? Pernah merasa gondok melihat keberuntungan yang orang lain dapat? Pernah merasa nggak suka melihat kebahagiaan rumah tangga orang lain? Haha, kasian deh Sob... karena itu tandanya kita sedang diselimuti daki, eit maksud saya daki hati alias dengki yang musti segera dibasmi!
 “Lulur” yang perlu kita pakai adalah ma'rifatullah alias mengenal AllahKalau di hati kita terbetik rasa dengki, bisa dipastikan kalau kita belum mengenal Allah. Bagaimana mungkin orang yang mengenal Allah merasa dengki terhadap kebahagiaan orang lain? Wong kalau dia mau sesuatu, tinggal memohon pada Allah saja kok. Buat apa merasa risih dengan rezekinya orang lain coba? Gak ada kerjaan banget kan!
 Daki hati yang bernama dengki ini sangat berbahaya buat yang memeliharanya Sob! Efek sampingnya buanyak banget Sob: Capek hati, makan ati, rezeki seret, makin keriput karena banyak cemberut, gagal termotivasi untuk memperbaiki diri.
 Udah deh, mending langsung digosok aja itu dengki! Daripada keburu mencukur kebaikan yang kita lakukan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
 Menjalar kepada kalian penyakit umat-umat (terdahulu): kedengkian dan kebencian. Itulah penyakit yang akan mencukur gundul. Aku tidak mengatakan bahwa penyakit itu mencukur rambut melainkan mencukur agama.” (H.R. At-Tirmidzi)
 Kalau kita sudah mengenal Allah, kita pasti menyadari bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, segala sesuatu sudah sesuai takarannya, jadi bodoh banget kalau kita “protes” dengan cara mendengki orang lain. Sudahlah kita kesel, orang lain kesel, bahkan bisa jadi malaikat kesel sama kita, akhirnya Allah murka pada kita karena “sotoy” banget, sama aja kita nyari penyakit sendiri. Amit-amit kan?
 Gak ada untungnya dengki, so... yuk kita lenyapkan dengki di hati kita! Dunia ini diciptakan untuk kita pimpin, jangan sampai dunia yang memimpin hati kita!

Wassalam